
JOSS.CO.iD – Gerakan bertajuk “Stop Tot Tot Wuk Wuk” mendadak viral di media sosial. Aksi ini merupakan bentuk protes masyarakat terhadap maraknya penyalahgunaan sirine dan strobo ilegal oleh kendaraan pribadi yang kerap dipakai untuk membelah kemacetan.
Gerakan tersebut pertama kali ramai dibicarakan setelah akun Instagram @progresip_ mengunggah ajakan agar masyarakat menolak penggunaan sirine dan strobo di jalan. “Ingat, cuma kendaraan darurat dan tertentu yang berhak pakai sirine atau strobo,” tulis akun itu.
Asal-usul Istilah
Frasa “Tot Tot Wuk Wuk” merujuk pada suara khas sirine liar yang sering dipakai pengendara tak bertanggung jawab. Istilah tersebut kemudian dijadikan simbol gerakan perlawanan masyarakat di jalan raya.
Sejumlah netizen bahkan membuat stiker protes bertuliskan, “STOP! Strobo & Sirine!! Kalian hidup dari pajak kami!” Stiker itu sudah mulai terlihat menempel di sejumlah kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Dukungan Publik
Gerakan ini semakin meluas setelah tokoh publik Peter F. Gontha ikut mendukung. Ia mengajak masyarakat membuat dan menyebarkan stiker kampanye sebagai bentuk penolakan terhadap arogansi pengguna jalan.
“Sudah saatnya masyarakat bersatu melawan sirine ilegal. Hanya kendaraan tertentu yang boleh,” kata Peter lewat unggahan media sosialnya.
Aturan Hukum
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hanya kendaraan tertentu yang boleh menggunakan sirine dan strobo, yakni:
- Pemadam kebakaran
- Ambulans
- Kendaraan pertolongan kecelakaan
- Iring-iringan jenazah
- Kendaraan pejabat negara tertentu
Selain itu, penggunaan sirine dan strobo oleh kendaraan pribadi tergolong pelanggaran hukum dan dapat dikenai sanksi tilang. Pihak kepolisian sebelumnya juga telah mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memasang lampu rotator atau sirine karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Respons Warganet
Tagar #StopTotTotWukWuk ramai dibicarakan di TikTok dan Twitter. Banyak pengguna membuat konten parodi, meme, hingga tutorial mencetak stiker penolakan.
“Kalau bukan ambulans atau damkar, jangan main StopTotTotWukWuk. Kita semua bayar pajak,” tulis salah satu komentar warganet.
Gerakan StopTotTotWukWuk ini menjadi simbol perlawanan terhadap arogansi di jalan raya. Dukungan publik yang meluas diharapkan dapat menekan penyalahgunaan sirine dan strobo ilegal, sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan berkendara adalah hak semua pengguna jalan.

Leave a Reply