
JOSS.CO.ID, Madrid – Pemerintah Spanyol mengancam akan menarik tim nasionalnya dari ajang Piala Dunia 2026 apabila Israel tetap diizinkan tampil dalam turnamen tersebut. Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dalam rapat Partai Pekerja Sosialis Spanyol pada Senin (15/9/2025).
Ancaman Boikot
Sanchez menegaskan Israel tidak boleh menggunakan panggung olahraga internasional untuk membersihkan citra negaranya di tengah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Gaza.
“Israel tidak dapat terus menggunakan platform internasional untuk mencuci tangan,” kata Sanchez seperti dikutip media setempat.
Menteri Olahraga Spanyol, Pilar Alegria, mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, olahraga tidak bisa dipisahkan dari realitas dunia.
“Olahraga bukan, dan tidak bisa, menjadi pulau yang terpisah dari kenyataan, terutama ketika hak asasi manusia dirusak,” ujar Alegria.
Posisi Israel di Kualifikasi
Israel saat ini masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam klasemen grup kualifikasi, Israel berada di posisi ketiga dengan selisih enam poin dari Norwegia di puncak dan sejajar dengan Italia di peringkat kedua.
Dengan tiga pertandingan tersisa, Israel masih berpeluang merebut tiket play-off. Jika berhasil lolos, ancaman Spanyol untuk mundur diyakini semakin besar.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan ini berakar dari konflik di Gaza. Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 warga.
Sebagai balasan, Israel melakukan serangan militer ke Gaza yang menurut data Kementerian Kesehatan Gaza telah menewaskan lebih dari 64 ribu warga Palestina. Data tersebut juga diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai sumber yang kredibel.
Komisi penyelidikan PBB menyimpulkan ada indikasi kuat bahwa Israel telah melakukan empat dari lima tindakan genosida menurut hukum internasional. Namun, Israel membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “distorsi dan kebohongan.”
Desakan ke FIFA dan UEFA
Sanchez menyerukan agar FIFA dan UEFA memperlakukan Israel sama dengan Rusia, yang sebelumnya dilarang mengikuti kompetisi internasional setelah menginvasi Ukraina pada 2022.
Dukungan juga datang dari juru bicara Grup Sosialis di Kongres Spanyol, Patxi Lopez. Menurutnya, pemerintah bisa mengajukan permintaan boikot apabila FIFA tidak mengambil tindakan.
“Kami akan mempertimbangkan langkah itu pada waktunya,” kata Lopez kepada radio COPE.
Sementara itu, stasiun televisi Spanyol, RTVE, sebelumnya juga mengancam tidak akan menayangkan ajang Eurovision jika Israel tetap berpartisipasi. Sikap serupa telah disuarakan negara lain, seperti Belanda, Irlandia, Slovenia, dan Islandia.
Belum Ada Tanggapan FIFA
Hingga kini, FIFA dan UEFA belum memberikan tanggapan resmi terhadap ancaman Spanyol.
Sebagai juara Piala Dunia 2010 dan juara Euro 2024, Spanyol merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Jika benar-benar mundur, turnamen empat tahunan itu berpotensi kehilangan salah satu favorit juara sekaligus daya tarik utama bagi penonton.
Ancaman Spanyol ini menambah tekanan politik terhadap FIFA menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Jika tidak ada keputusan tegas terhadap Israel, turnamen berpotensi diwarnai kontroversi politik dan boikot dari negara-negara lain.

Leave a Reply