
JOSS.CO.ID, BANGKALAN – Warga Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan digemparkan dengan beredarnya video seorang pria bersarung terkapar bersimbah darah di tengah jalan, Senin (8/9/2025) petang.
Video tersebut cepat viral di berbagai grup WhatsApp setelah Magrib. Dalam rekaman berdurasi 19 detik, terlihat tubuh pria mengenakan sarung dan baju cokelat tergeletak dengan darah mengalir di bagian punggung. Seorang perempuan tampak memeluk tubuh korban, sementara suara pria terdengar menyebut kata “Carok kanak, carok kanak” yang berarti ada carok (perkelahian berdarah khas Madura).
Pada video lain berdurasi 15 detik, raungan sirine ambulans terdengar jelas. Beberapa petugas medis terlihat memasukkan tubuh korban ke dalam mobil ambulans.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, mengonfirmasi identitas korban. Pria itu berinisial M (41), warga Desa Bandang Dajah, Kecamatan Tanjung Bumi. Korban saat kejadian tengah berboncengan dengan istrinya, S, mengendarai sepeda motor.
“Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban M meninggal dunia itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Raya Desa Macajah,” jelas Hendro saat konferensi pers di RSUD Syamrabu Bangkalan, Senin malam.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan istrinya dihentikan oleh dua orang pria di depan SDN 2 Macajah. Sempat terjadi adu mulut atau cekcok singkat.
Tak lama, kedua pria tersebut melakukan penyerangan dengan senjata tajam. Korban menderita luka bacok serius di bagian punggung hingga akhirnya tersungkur di jalan.
Beberapa warga berusaha menolong korban dengan membawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan menggunakan ambulans. Namun, nyawa M tidak tertolong.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, yang tiba di lokasi, membenarkan adanya korban meninggal dunia. Ia menegaskan penyelidikan masih berjalan untuk memastikan motif penyerangan.
“Kami masih mendalami, apakah ini kasus pembunuhan berencana, pengeroyokan, atau motif lainnya. Yang jelas korban meninggal dunia akibat luka bacok,” ujarnya.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi, termasuk istri korban. Saat ini, aparat masih memburu para pelaku yang kabur usai kejadian.
Carok di Madura, Tradisi yang Masih Membekas
Istilah carok sendiri cukup lekat dengan budaya Madura, biasanya merujuk pada perkelahian menggunakan senjata tajam karena persoalan harga diri. Meski dianggap tradisi lama, kasus serupa masih beberapa kali muncul hingga saat ini.
Menurut sejumlah tokoh masyarakat, kasus kekerasan semacam ini perlu dicegah dengan pendekatan budaya dan edukasi hukum agar tidak terus berulang.
Video tragedi ini menyebar cepat di media sosial dan grup WhatsApp. Banyak warga mengaku kaget sekaligus prihatin karena peristiwa berdarah tersebut terjadi di jalur utama yang kerap dilalui masyarakat.
Sejumlah komentar netizen juga menyinggung masih kuatnya tradisi carok di Madura yang sering memicu perkelahian berujung kematian.
Kapolres Bangkalan memastikan, pihaknya tidak tinggal diam. “Kami terus melakukan penyelidikan, termasuk mendalami motif di balik penyerangan ini. Apakah terkait persoalan pribadi, dendam, atau faktor lain,” kata Hendro.
Hingga kini, polisi telah mengamankan barang bukti di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari istri korban dan saksi lainnya.
Tragedi pembacokan yang menewaskan pria bersarung di Bangkalan ini menambah daftar kasus kekerasan di wilayah Madura. Meski motif belum jelas, polisi memastikan penyelidikan berjalan cepat untuk menangkap pelaku.
Warga berharap aparat bisa segera mengungkap kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas.

Leave a Reply