IHSG Tumbang >1% Saat Pelantikan: Ini Alasan ‘Pasar Belum Kenal’ Kata Menteri Keuangan Baru

Purbaya Yudhi Sadewa adalah Ketua Dewa Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan yang menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya Yudhi Sadewa adalah Ketua Dewa Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan yang menggantikan Sri Mulyani.

JOSS.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, pada Senin, 8 September 2025. Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan itu berdampak langsung ke pasar modal Indonesia. IHSG mencatat koreksi lebih dari 1 % menyusul pengumuman tersebut.

Pelantikan mengundang reaksi pasar negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 1 % sebagai respons awal pasar. Koreksi IHSG lebih dari 1 % ini disebabkan investor belum familiar dengan Menteri Keuangan baru.

Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan, “Mungkin pasar nggak tahu, saya orang pasar. Saya di pasar sejak tahun 2000, 15 tahun lebih. Jadi kalau ada penyesuaian, itu hal yang wajar.” Pernyataan itu menegaskan bahwa pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan belum sepenuhnya diterima pasar memberikan dampak langsung ke Bursa Efek Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta.

Pelantikan dilaksanakan Senin, 8 September 2025 pagi. IHSG langsung merespons siang harinya dengan koreksi lebih dari 1 %.

Purbaya menjelaskan bahwa penurunan IHSG bersifat transisional, sebab pasar belum kenal dirinya. Ia optimistis bahwa IHSG akan rebound dalam seminggu atau dua minggu mendatang. “Dalam seminggu dua minggu IHSG pasti akan balik,” tuturnya tegas.

Purbaya menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal memperbaiki kondisi ekonomi dan pasar keuangan. Ia mencontohkan catatan historis IHSG pasca-krisis:

  • Tahun 2001: IHSG di level 300-an
  • Tahun 2008: Melonjak ke 2.500
  • Tahun 2009: Turun ke 1.100-an
  • Tahun 2018: Capai 6.500-an
  • Saat ini: Sudah kembali di atas 7.000 berkat dukungan investor domestik.

Menurutnya, IHSG bukan tidak mungkin menyentuh 36.000 pada 2035, bila sinergi pemerintah dan pasar terjaga.

Purbaya optimis, “Kalau kita percaya ekonomi kita, asing pun akan ikut-ikutan.” Dengan dukungan kuat dari pemerintah dan pasar, kondisi keuangan diyakini akan membaik dalam waktu dekat.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle! 4 Menteri dan 1 Wamen Baru Dilantik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*