Pemerintah Siapkan Rp210,06 Triliun untuk Subsidi Energi di RAPBN 2026

Ilustrasi gas subsidi. (Foto: ANTARAFOTO)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun pada RAPBN 2026. Jumlah ini meningkat 13,4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Anggaran tersebut tercantum dalam Buku Nota Keuangan RAPBN 2026 yang dirilis Rabu (20/8/2025).

Alokasi subsidi energi tahun depan meliputi subsidi listrik, subsidi LPG 3 Kg, serta subsidi BBM. Porsi terbesar dialokasikan untuk subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450-900 VA dengan total Rp104,64 triliun, naik 17,5% dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan subsidi listrik dipicu meningkatnya biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan volume penggunaan listrik bersubsidi. Faktor lain yang memengaruhi adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, penggunaan bahan bakar biomassa dalam cofiring PLTU, serta tambahan bauran energi BBM demi menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah 3T.

Selain listrik, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG 3 Kg. Rinciannya, Rp25,1 triliun dialokasikan untuk jenis BBM tertentu, sedangkan Rp80,3 triliun digunakan untuk subsidi LPG tabung 3 Kg.

Perhitungan subsidi BBM dan LPG 3 Kg di RAPBN 2026 disusun berdasarkan sejumlah asumsi, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP), subsidi tetap solar sebesar Rp1.000 per liter, serta kebutuhan volume BBM jenis solar sebanyak 18,63 juta kiloliter dan minyak tanah 526 ribu kiloliter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*