
JOSS.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai melakukan uji coba sekolah lima hari sebagai bagian dari implementasi kebijakan pendidikan Pekalongan. Program ini akan dimulai secara bertahap pada akhir Agustus 2025 dan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sistem belajar di sekolah dasar dan menengah pertama.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Pekalongan. Pemkab bersama Dinas Pendidikan Pekalongan akan menyusun langkah teknis dalam penerapannya.
“Bupati sudah memberikan arahan dengan jelas. Kami akan menindaklanjuti dan menjalankan tahapan uji coba sesuai rencana,” ujar Yulian di Pekalongan, Kamis (7/8/2025).
Tahapan uji coba akan berlangsung selama enam bulan dan akan dievaluasi setiap tiga bulan untuk mengukur efektivitas dan dampaknya terhadap berbagai pihak. Yulian menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Pekalongan akan menentukan sekolah-sekolah mana yang dijadikan sampel, baik di jenjang SD maupun SMP.
Menurutnya, evaluasi akan melibatkan banyak pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, serta masyarakat yang terdampak secara sosial dan ekonomi. Tujuannya adalah memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat.
“Selain evaluasi internal, kami juga akan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan kajian akademis. Hal ini penting agar hasil evaluasi bersifat ilmiah dan menyeluruh,” tambahnya.
Melalui evaluasi pendidikan dasar ini, Pemkab berharap lahir kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan dunia pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat Pekalongan.
Dengan lima hari sekolah, Pemkab Pekalongan berharap pola belajar menjadi lebih terstruktur, sekaligus memberi ruang bagi penguatan karakter dan waktu kebersamaan keluarga.

Leave a Reply