Soloraya Great Sale 2025 Ditutup, Transaksi Tembus Rp10,7 Triliun

Soloraya Greatsale 2025. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Solo – Soloraya Great Sale (SGS) 2025 resmi berakhir pada Minggu (3/7/2025) malam di De Tjolomadoe, Karanganyar. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung menutup acara tersebut pada pukul 21.35 WIB, seraya mengumumkan total transaksi fantastis yang mencapai Rp10,78 triliun dengan frekuensi lebih dari 5,4 juta kali transaksi.

“Saya apresiasi kerja sama Kadin dan para kepala daerah se-Soloraya. Angka ini luar biasa dan menunjukkan semangat kolaborasi yang harus dijadikan role model pembangunan Jawa Tengah ke depan,” ujar Luthfi dalam acara penutupan SGS 2025.

Ia menyebut, kesuksesan SGS 2025 bukan hanya berdampak di kawasan Soloraya, tetapi akan ditiru oleh wilayah lain seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, hingga Pati Raya. Ia optimistis, kegiatan seperti ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian baru di Jawa Tengah.

Ketua Pelaksana SGS 2025, Ferry S Indiarto, merinci bahwa dari total transaksi yang tercatat, transaksi UMKM mencapai 232 ribu kali dengan nilai Rp222 miliar, sedangkan transaksi di pasar tradisional sebanyak 281 ribu kali dengan nilai Rp350 miliar. Sementara itu, transaksi melalui QRIS tercatat menyumbang Rp3,7 triliun.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini bukti nyata bahwa dengan semangat bersama, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” ucap Ferry, yang juga menjabat Ketua Kadin Surakarta.

Pelaksanaan SGS 2025 mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Partinah, pelaku usaha batik dari Girilayu, Karanganyar, mengaku penjualannya naik hingga 50% berkat keikutsertaan dalam event ini.

“Produk kami jadi lebih dikenal luas, bahkan sampai luar kota. Semoga SGS bisa dijadikan agenda rutin untuk mendukung peningkatan penjualan UMKM,” ujarnya.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, juga mengungkapkan bahwa SGS membawa dampak signifikan bagi ekonomi lokal. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Pasar bergerak, UMKM tumbuh. SGS berhasil mendorong masyarakat untuk kembali berbelanja,” kata Respati.

Hal senada disampaikan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Ia menilai SGS 2025 mencerminkan semangat aglomerasi yang kuat antarwilayah di Soloraya.

“Ke depan kami optimistis Soloraya bisa lebih maju. Harapannya lebih banyak tenant bergabung, dan transaksi Soloraya Great Sale 2026 bisa melampaui tahun ini,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*