
JOSS.CO.ID, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, resmi meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang menyasar lebih dari 770 sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA serta 220 pondok pesantren di seluruh wilayah Kudus.
Program ini mulai dijalankan sejak 28 Juli 2025 sebagai bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan kesehatan anak-anak sejak dini. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya strategis dalam mencetak generasi sehat 2045.
“Baru 79 sekolah yang sudah menjalani pemeriksaan, namun kami akan terus mencicil pelaksanaan hingga seluruh target bisa selesai pada akhir Agustus,” ujar Sam’ani saat menghadiri kegiatan kick-off CKG dan BIAS Kudus di SD 3 Cendono, Kecamatan Dawe, Senin (4/8), didampingi Wakil Bupati Bellinda Putri.
Pemeriksaan meliputi pengecekan darah, tekanan darah, gula darah, mata, telinga, status gizi, hingga kebiasaan merokok. Selain itu, dilakukan juga skrining penyakit menular seperti tuberkulosis dan hepatitis. Imunisasi campak rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1, sedangkan imunisasi HPV untuk pencegahan kanker serviks diberikan kepada siswa kelas 5 dan 9.
Wakil Bupati Bellinda berharap program ini bisa mendorong kesadaran hidup sehat di kalangan pelajar dan orang tua. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai bahaya jajanan manis yang kini digemari anak-anak.
“Kami ingin anak-anak kita tumbuh sehat, aktif, dan bebas dari risiko penyakit sejak dini. Ini adalah bekal menuju generasi emas 2045,” ucap Bellinda.
Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi, menambahkan bahwa kegiatan dilakukan secara bertahap dengan total sasaran sebanyak 173.349 pelajar, mencakup SD, SMP, SMA, hingga para santri. Kudus memulai lebih awal dibanding kabupaten lain karena tingginya jumlah peserta.
“Pemeriksaan dilaksanakan oleh tim gabungan dari puskesmas, instansi kesehatan, dan didukung organisasi profesi. Meskipun Kudus tidak mengalami lonjakan kasus campak maupun kanker serviks, langkah preventif ini penting untuk program kesehatan pelajar jangka panjang,” jelas Andini.
Menariknya, Surya, siswa kelas 1 SDN 1 Cendono, tampak tenang saat menjalani imunisasi. Ia bahkan tidak menangis, meskipun beberapa teman sekelasnya tampak takut saat disuntik.

Leave a Reply