Solo Keroncong Festival 2025: Konser Gratis yang Memukau di Benteng Vastenburg

Solo Keroncong Festival 2025 bertabur bintang, Merayakan warisan musik Indonesia. hari pertama tsmpil Ardha Tatu, Niken Salindri, Endah Laras, Jumat malam, 25 Juli 2025 (Dok, SKF)
Solo Keroncong Festival 2025 bertabur bintang, Merayakan warisan musik Indonesia. hari pertama tsmpil Ardha Tatu, Niken Salindri, Endah Laras, Jumat malam, 25 Juli 2025 (Dok, SKF)

JOSS.CO.ID, SOLO — Solo Keroncong Festival (SKF) 2025 hadir memukau penonton, mempertemukan para maestro keroncong dan bintang-bintang baru dalam sebuah konser budaya yang penuh makna. Festival ini hadir untuk merayakan warisan musik Indonesia.

Acara Solo Keroncong Festival 2025 ini digelar di Vort Benteng Vastenburg, Solo, pada tanggal 25–26 Juli 2025. Gelaran ini terbuka gratis untuk umum dan menjadi momen yang sangat dinanti para pecinta musik keroncong dari seluruh Indonesia.

Dengan mengusung tema “Keroncong Unlimited”, SKF 2025 menyuguhkan pertunjukan yang tidak hanya menampilkan keroncong klasik, tetapi juga eksplorasi lintas genre yang inovatif dan segar. Festival ini menjadi magnet budaya yang menggabungkan musik, sejarah, dan identitas Jawa.

Deretan Penampil Ikonik dan Internasional

SKF 2025 menghadirkan sejumlah nama besar dan talenta baru dari dunia keroncong, di antaranya:

  • Waljinah, Sang Ratu Keroncong Indonesia
  • Endah Laras, diva keroncong bersuara kuat
  • Mus Mujiono, legenda keroncong-pop
  • Didiek SSS, maestro saksofon Indonesia
  • Elisha Orcarus Allasso, penyanyi keroncong modern lintas negara
  • Niken Salindri, sinden muda inovatif
  • Rozita Rohaizad, penyanyi legendaris asal Malaysia
  • Orkes Keroncong Asrama Malaysia Sabah (ORKAMS) dari Maktab Sabah

Mereka membawakan komposisi mulai dari keroncong asli, langgam, hingga keroncong kontemporer yang dibalut unsur jazz, pop, dan world music.

Nuansa Klasik di Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg dipilih sebagai lokasi utama karena nilai historisnya yang tinggi, serta arsitektur kolonial yang memberikan kesan klasik yang harmonis dengan musik keroncong.

Penataan panggung memanfaatkan desain terbuka dan megah dari bangunan kolonial, menciptakan pengalaman menyatu antara musik, sejarah, dan atmosfer budaya kota Solo.

“Solo itu jantungnya keroncong Indonesia. Di sinilah musik ini tumbuh, berkembang, dan diwariskan. Festival ini bukan sekadar tontonan, tapi bentuk pelestarian dan regenerasi musik keroncong,” ujar Wartono, mantan Ketua Hamkri Surakarta, Jumat (25/7/2025).

Misi SKF 2025: Jembatani Generasi Muda

Salah satu misi utama dari SKF 2025 adalah menjembatani generasi muda dengan musik keroncong. Lewat pertunjukan yang dinamis, kolaborasi lintas genre, kehadiran influencer musik, hingga penampilan visual yang memukau, panitia ingin menjadikan keroncong sebagai bagian dari identitas musik anak muda Indonesia.

Aktivitas Pendukung: Budaya dan Edukasi

Tak hanya konser, festival ini juga menawarkan kegiatan pendukung yang edukatif dan interaktif:

  • Workshop keroncong untuk pemula dan pelajar
  • Talkshow bersama maestro keroncong
  • Pameran alat musik tradisional
  • Bazar UMKM kuliner dan kerajinan khas Solo

SKF 2025 menjadi ruang lintas generasi dan lintas komunitas, dari musisi, pelajar, pelaku kreatif, hingga wisatawan mancanegara yang ingin menikmati atmosfer budaya Solo yang hidup dan bersahaja.

Solo Keroncong Festival bukan hanya agenda tahunan, tapi sebuah statement bahwa keroncong masih hidup, berkembang, dan relevan. Kota Solo melalui SKF 2025 telah mengukuhkan diri sebagai epicentrum musik keroncong Nusantara dengan semangat “Hangudi Kuncaraning Keroncong” — sebuah tekad untuk terus memuliakan musik ini di tengah arus zaman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*