Mohammad Saleh Minta Sekolah di Jateng Bebas Perundungan, Tekankan Edukasi Siswa

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh peserta didik.

Ia menolak keras segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Saleh pun mendorong agar edukasi sebagai upaya pencegahan terus dilakukan kepada siswa.

Menurut dia, sekolah seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang karakter anak secara positif, bukan sebaliknya menjadi ruang yang justru menciptakan tekanan mental dan rasa takut.

“Kita tidak boleh membiarkan praktik perundungan terjadi di sekolah. Lingkungan pendidikan harus bebas dari kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Sekolah adalah tempat membangun masa depan, bukan merusak harapan anak-anak,” tegasnya.

Mohammad Saleh juga meminta seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah, untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi tentang bahaya perundungan.

“Kita harus memperkuat sistem pencegahan dan memperbanyak edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua. Pendidikan karakter dan nilai-nilai toleransi serta empati harus menjadi bagian penting dalam proses belajar-mengajar,” tukasnya.

stop perundungan
Ilustrasi

Ia menambahkan bahwa kejadian perundungan yang tidak tertangani dengan baik bisa berdampak serius terhadap kesehatan mental anak, prestasi belajar, hingga masa depannya.

Ketua DPD Golkar Jateng itu juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk meningkatkan pengawasan serta menyediakan layanan konseling yang mudah diakses bagi siswa yang menjadi korban atau saksi perundungan.

“Saya harap tahun ajaran baru ini menjadi momentum bagi sekolah-sekolah di Jawa Tengah untuk benar-benar menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap bullying. Kita ingin menciptakan ruang belajar yang benar-benar ramah anak,” kata Saleh.

Dengan komitmen bersama, ia optimistis sekolah – sekolah di Jawa Tengah (Jateng) dapat menjadi tempat yang aman dan mendukung setiap anak untuk berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun sosial emosional.

 

Baca Juga: Tekankan Layanan Publik Inklusif, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Difabel Lebih Diperhatikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*