JoSS, JAKARTA – CEO sekaligus pendiri Gojek Nadiem Makarim mengaku akan mundur dari jabatannya di perusahaan rintisan unicorn tersebut karena menerima posisi sebagai menteri.
“Sudah pasti dari posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali,” kata Nadiem di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin.
Nadiem Makariem mengenakan kemeja putih saat menemui Presiden Joko Widodo, kemeja putih kerap menjadi busana yang dikenakan Presiden Jokowi dan para menterinya. “Per hari ini sudah sama sekali tidak ada posisi maupun kewenangan apapun di Gojek,” tambah Nadiem.
Nadiem mengaku punya banyak inovasi yang ingin dikerjakan saat menjadi menteri. “Banyak sekali inovasi yang ingin saya lakukan untuk negara ini. Saya tidak bisa sebut sekarang,” ungkap Nadiem.
Namun inovasi-inovasi itu tetap berdasarkan visi Presiden Jokowi. “Semuanya merujuk dari visi misi Pak Presiden. Ini merupakan kehormatan luar biasa bagi saya dan semoga didukung ke depannya terima kasih,” tambah Nadiem, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Aries Susanti, Spiderwoman Asal Grobogan Yang Pecahkan Rekor Dunia
Sebelum Nadiem, sudah hadir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Hadir juga Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama dan pendiri Mahaka Group Erick Thohir.
Presiden Jokowi dalam media sosial resminya, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.
Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. Sosok yang tidak terjebak rutinitas yang monoton.
Tugas mereka adalah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan.
“Saya tidak ingin para birokrat yang hanya sending-sending (menyampaikan program) saja, namun birokrat yang mampu memastikan program pemerintah bisa terdeliver (diterima) dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” katanya dalam pidato perdannya usai pelantikan, Minggu (20/10). (lna)

Mundur dari Gojek dan menjadi menteri jokowi, kenapa tidak ? bukankah Bpk Humprey Jemat sudah mengatakan bahwa ada mahar Rp. 500 M untuk bisa menjadi menteri Presiden RI Jokowi ? bahkan ada endors dari Partai Politik di Indonesia jika tidak punya dana atau uang sebanyak itu ? Apalagi di jaman Susilo Bambang Yudhoyono dulu juga untuk menjadi pejabat negaranya juga memakai uang mahar misalnya untuk menjadi anggota DPR saja diminta uang Rp. 300 M. Tentu saja bagi yang sudah mnembayar seperti anggota DPR yg bernama Rieke Dyah Pitaloka atau dikenal sebagai si Oneng tidak bakalan mengaku sewaktu pertama kali menjadi pejabat DPRnya membayar ke KPU sebesar Rp. 300 M, akanj tetapi dari dulu bagi siapapun yg sudah membayar sejumlah uang untuk menjadi pejabat negaranya sudah saya rekam dan bukmti tertulisnya jg sudah saya dapatkan dan siap dibuka ke publik. Namun bagi yg bisa menjadi pajabat negaranya gratisan, itu juga belum tentu jujur karena di NKRI ini serba settingan atau rekayasa dari dalam parpol untuk menjadi pejabat negaranya. Inilah fakta sebenarnya demokrasi di NKRI yg penuh dengan kemunafikan menipu rakyatnya dg mengaku-ngaku jujur terpilih oleh rakyat, padahal sebenarnya hanyalah settingan dan memakai sejumlah uang belaka. Alasan memakai uang kampanye hanyalah bohong belaka, karena didlam kenyataannya atau realnya tidak semua uang dari calon-calon pejabat negara yg jumlahnya ratusan milyar rupiah tersebut dipergunakan untuk uang biaya kampanye selama pemilu berlangsung.